Langsung ke konten utama

Banda Neira



Dari judul blog saya, anda pasti beranggapan saya akan mengulas salah satu pulau di Maluku, ya Banda Neira. Tapi tunggu, ini bukanlah seperti apa yang anda pikirkan. Tidak, kali ini saya tidak membahas tentang pulau sederhana nan cantik di Indonesia Timur itu.

Dua kata ini saya temukan ketika mencari musik untuk menemani saya belajar malam itu. Saya membaca salah satu blog yang mengulas tentang pemusik ini. Banda Neira. Tanpa pikir panjang saya mengunduh lagunya yang berjudul "Hujan di Mimpi". Dalam hitungan detik saya terpaku pada untaian kata-kata yang disatukan menjadi lirik lagu yang begitu anggun. Melodinya menenangkan hati pendengarnya, begitu teduh begitu syahdu. Membuat akal kita tenggelam dan melebur dalam dinamika nadanya. Not-not yang terasa familiar walaupun ini kali pertama saya mendengarnya.

 Banda Neira. Musikmu membuatku luluh lantak dan jatuh cinta pada simfoni bait pertama.

Seperti hadirmu, dikala gempa
Jujur dan tanpa bersandiwara
Teduhnya seperti, hujan di mimpi
Berdua kita berlari

*jangan dengarkan lagu ini sambil menutup mata

Alunan melodi terindah yang saya rekomendasikan:
1. Hujan di Mimpi
2. Di Atas Kapal Kertas
3. Rindu
4. Berjalan lebih baik

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Yeah! Im A STANer! \m/ (Part 1)

Ya kalian ngga salah baca. Iya gw STANer. Mungkin banyak diantara kalian semua kepo. "Apa sih STANer? makanan? komunitas baru ye? baru denger gw.. blaa bla bla" Oke gw kasi tau. Ehem. STANer itu sebutan buat mahasiswa STAN. Jangan bilang lu ngga tau STAN itu apa? -_- Gw berani taruhan dari 50% orang yang tau STAN pasti gegara Gayus Tambun-an. Iyee iyee lu bener, STAN emang kampusnya Gayus tapi bukan berarti semua yang kuliah disini bermental Gayus. CATET! STAN kepanjangannya Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Tempat gw kuliah sekarang. Percaya? Enggak? Sama. Gw awalnya juga ngga percaya bisa keterima disini. Secara nih yee waktu USM gw sama skali ngga nyiapin segala tetek bengek mulai dari belajar sampe nyari jampe jampe ke dukun <-- apalagi yang ini ngga banget deh. Sumpe gw masuk ruangan tes cuma bermodalkan nekat, doa, sama cap cip cup kembang kuncup. Gw aja sempet minder ngliat saingan gw yang kutubuku face semua. Tapi ya namanya rejeki sis gan, udah ada yang ngatur. Alh...

DTU? Nggak Serem-Serem Amat Tuh!

Pagi itu mungkin adalah pertama kali sejak sekian lama saya mandi pukul 03.00 dini hari. Dinginnya air pagi itu membuat mata saya yang hanya tidur selama dua jam terbuka lebar. Pukul 04.00, saya harus sudah menampakkan batang hidung di Kantor Pusat DJKN (KanPus). Sialnya, bukannya tidur awal, mata saya malah sulit diajak kompromi hingga akhirnya saya baru bisa benar-benar terlelap saat lewat tengah malam. Dengan menggendong "seonggok" ransel berukuran 55 liter, saya menuju Kanpus menggunakan ojek online. Tiba di Kanpus, saya disambut mata-mata sembap berbagai rupa yang tak lain adalah rekan-rekan senasib sepenanggungan saya di DJKN. Berbagai tahap telah dilalui untuk menjadi abdi negara. Tahapan yang kali ini harus kami lalui adalah DTU (Diklat Teknis Umum). DTU sendiri bertujuan untuk mempersiapkan mental dan fisik kami sebelum menjadi PNS. Menurut gosip yang beredar sih DTU ini cukup agak lumayan menguras tenaga. Tetapi seburuk apapun itu, semua harus dihadapi demi menjad...